ophay say : "Sebuah Kutipan"

Berinvestasi Pada Kesalahan Dan Kegagalan
Oleh : Surya Kresnanda
Sahabat.
Perlu kita fahami bersama bahwa segala sesuatu yang ada dimulai dari tidak ada, dan semua yang bisa dimulai dari tidak bisa (hal ini berlaku untuk semua kecuali Allah SWT). Apakah pemain sepak bola legendaris sekelas maradona sudah bisa bermain sepak bola sejak lahir? Apakah pembalap F-1 legendaris sekelas Michael Schumacher sudah mampu menyetir mobil F-1 sehebat itu tanpa belajar? Inilah yang harus kita renungkan. Bisa jadi selama ini kita tidak bisa melakukan sesuatu bukan karena kita tidak mampu, namun kemauan yang keras dan keberanian untuk gagal belum tertanam dalam diri kita. Kesalahan dan kegagalan adalah hal yang wajar dan itu adalah hak bagi setiap orang yang sedang dalam proses belajar. Tanpa kegagalan, maka kita tidak belajar. Tanpa kesalahan, maka tidak ada introspeksi dan evaluasi sehingga tidak ada perbaikan ke arah yang lebih baik. Lampu pijar tidak akan tercipta dari tangan Thomas Alva Edison tanpa kegagalan yang dibuatnya sebanyak 1000 kali. Seringkali kita menjadi seperti penambang emas yang sudah menggali tanah begitu dalam, karena tidak kunjung menemukan, maka sang penggali menyerah. Padahal ia tidak tahu bahwa emas yang dicarinya sudah tinggal beberapa sentimeter di bawahnya.
Dari ilustrasi di atas, dapat kita lihat bahwa sesungguhnya sebuah kesalahan atau kegagalan tidak membuat kita rugi, namun sebaliknya, membuat kita untung. Karena menambah kesempatan kita untuk belajar dan berkembang menjadi lebih baik, minimal tidak mengulangi kesalahan yang sama di lain waktu. Tinggal bagaimana kita mengubah Mindset kita tentang makna kesalahan dan kegagalan itu sendiri. Saat kita bisa memaknai kesalahan dan kegagalan sebagai invertasi, maka di situlah kita menjadi seorang pembelajar sejati


